Bulu Perindu Sukma
Bulu Perindu sukma mendatangkan jodoh dalam waktu
singkat
Garansi 100 %


Di dalam blog ini akan saya jelaskan tentang khasiat dari Bulu Perindu yang melegenda yang
khasiat utamanya adalah sebagai media pengasihan atau pemikat lawan jenis,baik Pria ataupun
Wanita.
Bulu perindu dapat mengatasi Solusi asmara anda yang kandas,pacar di ambil orang,cinta
bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara ..
Bulu Perindu Asli Kalimantan
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSJc7gC0B3roJywCjT_rhk3-gExBRhaUu12l3AYhXvKXMsf6_96nA
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyXwddpsb8cqY4okcxC2xoHzec4puPCdrX2qxJZBaAcoNT768ZFuRWFBrcZg
mahar tingkat satu 250 ribu plus ongkos kirim 50 ribu
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh,mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual,puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak CucuTanpa perlu panjang lebar berikut Testimoni para pemakai Bulu Perindu Sukma.
mahar tingkat Dua 500 ribu plus ongkos kirim 50 ribu
Khusus yang tingkat dua perbedaanya dengan tingkat satu adalah khusus bagi yang sudah berumah tangga atau sudah menikah, mengapa demikian karena power atau bulu perindu tingkat 2 mempunyai power 2x lebih besar dari tingkat 1 karena untuk orang yang sudah menikah rata-rata mempunyai aura yang sudah melemah karena faktor energi cakranya yang meredup akibat sudah seringnya berhubungan badan, jadi di butuhkan kekuatan ekstra untuk menggunakan bulu perindu ini.
kekuatan bulu perindu tingkat 2 ini di fokuskan untuk mengembalikan pasangan yang selingkuh/pergi dengan laki-laki lain atau sudah tidak cinta lagi
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh,mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual,puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak CucuTanpa perlu panjang lebar berikut Testimoni para pemakai Bulu Perindu Sukma.

"Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara,jodoh,perselingkuhan,agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha,Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi"

"Saya tidak tahu lagi harus mengucapkan apa, kecuali mengacungkan kedua jempol saya untuk Bulu Perindu Sukma Milik Bapak Waluyo , dalam tempo 7 hari saja istri saya yang selingkuh dengan pria lain kembali ke pelukan saya serta memohon ampun dan sungkem kepada saya,
dengan membaca petunjuk Bapak Waluyo langsung saya praktekan saran yang dibilang Beliau dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.
Terima kasih Bapak Waluyo.
Misuanur - cahayase***@yahoo.co.id
Jl. Mojosongo, Jebres, Surakarta, Jateng


"Luar biasa !!! Setelah menggunakan Bulu Perindu, saya bisa bergonta-ganti pasangan akhirnya bisa tersenyum puas.... Silahkan pesen di situs ini, dijamin bikin glegek'en. Dan yang jelas, setelah saya merasakan manfaat dari Bulu Perindu ini, sekarang saya bisa mencari kekayaan yang sungguh mudah dan fantastis !!! Recomendasi reseller boss !!!".
Binsamdony - semestar***@plasa.com
Jl. Raya Cetho - Sukuh, Karanganyar


"Assalamualaikum Wr. Wb Terima kasih abah WALUYO atas paket produknya yang telah kami terima dan setelah kami mencobanya, sangat luar biasa. Dulu sebelumnya setiap kali saya berkumpul dengan istri, selalu saja terjadi pertengkaran, karena masalah tuntutan ekonomi yang membuatanya selalu ingin di cukupi, hasilya selalu ribut dan ribut melulu, setelah memakai Bulu Perindu Bapak Waluyo dan di gunakan buat Pelaris usaha saya di bidang Pecah belah, Alhamdulillah setelah mengikuti saran dan arahan dari Bapak Waluyo Yng kontinyu saya lakukan Alhamdulillah hasilnya sungguh luar biasa, semua kebutuhan saya telah tercukupi. makasih Bapak Waluyo.
Zabidi - zabidiward***@yahoo.com
Playen, Gunungkidul


"Awalnya sebelum menemukan program ini hati saya selalu gelisah bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit mencari jalan pintas namun tidak pernah hasil dan tetap gelisah, akhirnya setelah menerima paket Bulu Perindu dan membacanya ada ketenangan batin, selain Bulu Perindu yg luar biasa, programnya meyakinkan dan masuk akal serta bisa dijalankan dengan mudah, succes untuk Bulu perindu Sukma".
Khoirul- kacuk***@yahoo.com
Jl K.Hasyim 69, Plongan, banyuwangi


"Assalamualaikum Wr. Wb. pak WALUYO Bulu Perindu sudah saya terima. Pertama kami ucapkan kepada Allah karena tidak ada yang lebih kuat kecuali Allah. Dengan sebab dan lantaran Bulu Perindu, Allah memberi tambahan kekuatan kepada saya.
setahun yang lalu saya telah bertunangan dengan seorang wanita, namun 3 bulan belakangan ini tiba2 dia seolah2 sudah tidak ada respon lagi terhadap hubungan kami, dan puncak saat malamtahun baru dia memutuskan hubungan pertunangan, malu ,sedih semua bercampur menjadi satu, saat main ke internet untuk facebookan ternyata menjadi suatu hal yang menjadi pemersatu hunguan saya kembali dengan tunangan saya , tepatnya setelah melihat iklan ini fi facebook, dan saya langsung tertarik dan langsung menghubungi beliau, Alhamdulillah setelah melakukan apa saja yang di paparkan dalam kertas panduan Bulu Perindu , yang memang sangat mudah apalagi tanpa puasa,ritual dan pantangan, Alhamdulillah dalam tempo 3 hari saja tunangan saya langsung memohon ampun kepada saya, berjanji akan selalu bersama selamanya.
terima kasih Pak Waluyo atas Bimbingannya.
ROIHAN - abadipulsa***@ymail.com
Merakurak, Tuban, Jawa Timur
Pembayaran dapat di lakukan ke rekening ini

BNI atas nama WALUYO no rek:0224430064
setelah transfer harap konfirmasi sms ke no 082362939492
pin bb 54C43B96 ( WALUYO )
sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu.
bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA TIKI (titipan kilat) , pos indonesia dan jne
data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCAAqAHIDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAgMAAwEAAAAAAAAAAAAAAAYEBQcCAwgB/8QAPBAAAgEDAwIDBQMICwAAAAAAAQIDBAURABIhBkEHEzEUIlFhcTJCgSMkM2KRodHjFRYXU2aSlKTB4fH/xAAZAQACAwEAAAAAAAAAAAAAAAAAAgEEBQP/xAAmEQABBAEDAwQDAAAAAAAAAAABAAIDEQQSEyExQWEiUXHhBYHR/9oADAMBAAIRAxEAPwDaaiaOmgeaZlSJFLMzHgAaXT1JU1D/AJlSRJAwDJLVTeXvHPoMfI+pz8uDqB1f1FTCtS2+y106wzLJP5EOVfAyFzkd9pP01VdO3yWdKi5S0tyeSbcQKaEeSijGACeCeOWxn9mq75fVpBV+LFO3uOHwmy29RrPUx01dT+zTSkiFg2+OUjHAbAx6jGRzkYJyM93V19Xpzp+purQef5AXEe/buJIAGcHHr8NVtTQwtQ1cBVyWRsSE52shYKQeOADjtjGrc0VNfLLFDdYIqqKVEd1YZRmGDkfLPI12iPqGvkKvM1o5bwsyPjj/AIe/3v8AL18/txOMDp0f63+XpW8XbfbbV1UtFaqOGmijpUZ0hXaCzE+v4DUrwZsVBfL3Xi60kdVBBTAqkg3AMW/hnW+cfEEG9o4+T/UlCrWg2DxMiufT92vNXa5KantxUFI5fMaQkdvdGNUtB40pU3KGnksUixSyBA0dQHfJOOBtAP7f26meKKUvSfR5h6fiW3PWVaBjTe4XAHIOPlxrJujHqm6ptqUc8sMstSilo2KsRnJGR2wPTXPHxoJY3yaeO3PhQACtj648Tf6rXoW2O1rVHylkZ2nKFd3oCNp129BeIkvVtxnppLWlJFBD5rzCoL98D7o+ffWUeKtX7Z17dTxiN1h/ygDXT0zUVFFb6tYJdq1u1JdvrtUn3c/PPP4a45UUGPhCUjmvPUqxjYpneGN6la3dfEyClrZYKGhFVDGdvnmXYGPfAweNWfSXVNf1DO221LDSIcPUNOTz2AG3k6zPpS0QXu9QUVTOIY2BY9jIB91fn3+mdbJXrDY+m6w0aLDFSUsjoFGMbVJH7xrCxjLKbJ4V3PixsYCJrfV78rOrt4zimuMtPRWYyRROVLTzbGbBweADjTlbusFrrPb7ilvliFWpYxyNgoA23I45HGfxX4jXm2orKmqqfaqmollnJBMsjliSPQ516b6Gic9IWZq2SSeoamjlaSZi7bmG71PfnW7+QxY4Ym6RRWXTWnkWmANwODo1y0azUiqr9QS1tKppnC1UEglhLDgsOx+RBI+Wc840o26po7fWT+an9HSOS0lNJK8SqT6lcZ3ZwORx8PQE3dbcK2K+SwQ1MpZXgEVJ5SlJFY/lGJ27hgZOd2Bj0Poa2e5XeSiU0kj1FUyRNNFNTBVhlMsYMY93gEM45LEABs9zBxy4gghd45tLS0iwvlLLVXVXoqEu8EvuTVZBKRjOSFY/b3Fj8xxn4h2giWGJI41CoihVX4AcDSHHfbrUViyGqNHRSyytD5irDiPbAYwS0T8kM7YwPUjPu41MFwuUklyiWvnZo4pZInhiTEe2TAUq0YIJHGMtu5II40zcdze6WV+voKCyDxOSpruurtIlPO8ayLGrLGSMBF/5J0++AlDJT2+7VE8TxmSZEXepXgA59frpplra6CdIKq4VEVN5cbPV+ShYMVY7eE2gE45x2A9TnXO63qtoDanQTSRON9Rinw0q8DaFPo3O7GRgAn9XWhJkukhEIHtzft+kl8Uk3x8aedLPRwQSS4aSZtiFu23t9dJnhXaqmXrq2vLTTxpAWlLNGQOF+nz1tl3q7mbhDFbn90+W5BQFZBk5XdjjI79uNQoKy51MENYlZWRh6aaXyWgjADLkKCCm79/bjRHkuZj7QA79/pANBYL1BBcK6/XGrNFUt5tVI2RC3ve99PTT50l0fLW+Hs9QIHjr1qpJYw6EMygbSvPxA4/705Ncb5Lb4HoK01E5SV5SskZ27Y1YD9DxyT7uM/rakPfLvSuJJ0klgeqfy9kHOFR/yZwO5CkN3zjtnUZUzsiHZIFfK6RSuieHN6hZXDT18EyTQ09VHLGwZGETblYfhrR79fKi6+GlymjppUrvJEEkHlMW3FlBIGMkEEn/AM1PgqrxPRQxT1VbBVx1iwySezxr5sb+8GwUYDAwOPgdc5LlcVaVTUzJIhYUsQp1IqmDsNrHacegHBGB7x4Os3HxXQPu78K3mZwygLbRHe/pedxZro3At1ZkjA/N3/hr1dbqdaShpqZBhYY1QdsAAAaVZLzeKbcJI5JpHFQ9PiHh/fCohwOCrMOeMqc8nOJdkvFT7TDS3aZ1lCGImeMIZXD4VsDjLKUbA4G4a0syZ+QBYArys8m01aNGjWclRo0aNCFT31Z2ip/LFQ1OJs1C0zFZCmDjBBB+1tJwc4B+mqbyrkWbal0ExC+xF5fcQbm/S4OD2zuycYHJ3acDo04dQUpNqIbxVBYIhWReWSkjO7KpzODnKsCw2A8g+nHrqNLTXtYYEqXrQEfbI8RlcMAHxwkgcjlfvfDOdPejTCShVItKlFS3WO8pUvJN7GZygjaSQts2DBKsxXGc9t3z1BqY7uHrRGLg287i58wFBv4ACybWyP7vaceunnRqBJzdItJb0V2eSGalkqxBEsYZXknV5AWw+1WkODg/fDH4dscmh6gkVj+crNBIKdCsgAlARyZME45JUDPcAnTlo0biLSRWQ1jSU/swvEdKN4l855XJfavoFkV8fa5ztyDgc505QfoU+16D7QOfxzzrt0DSudYUL7o0aNKhGjRo0IX/2Q==
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQmme_dl_uzL75YWXC9GiO2FWfdkPwVFY5NIsbWvcwUfZUT7gJyaq3DzQ
Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.

Rabu, 25 Agustus 2010

CINTA ARWAH GADIS KORBAN TABRAK LARI

Penulis : ABDI SUPIYANA





Gara-gara menolong mengevakuasi mayat gadis korban tabrak lari, Rusdi mengalami kejadian mistis yang sangat aneh. Arwah gadis itu datang padanya dan mengaku telah jatuh cinta. Tak hanya itu, si gadis juga mengajaknya bercumbu....



Ketika baru beberapa hari diberhentikan kerja dari sebuah pabrik tekstil di kota Bandung, Rusdi mencoba menjalani profesi baru sebagai sopir angkutan kota. Sedikit pun dia tak menyangka kalau profesi barunya ini bakal mengantarkannya pada sebuah pengalaman yang benar-benar aneh tapi nyata. Kepada Penulis, Rusdi menuturkan kisah mistis romatisnya yang meremangkan bulu kuduk itu...:

Pengalaman aneh yang dilakoni oleh Rusdi itu berawal ketika pada suatu hari, ia menggunakan mobil angkotnya itu untuk mengangkut mayat seorang gadis korban tabrak lari. Memang, ketika itu tak ada sopir angkot atau mobil lainnya yang mau bermurah hati mengantarkan mayat si gadis ke rumah sakit terdekat. Sementara, setelah lama menunggu mobil ambulan dan petugas berwajib belum juga datang untuk mengevakuasi korban tabrak lari itu.

Menurut kesaksian beberapa warga di sekitar lokasi kejadian, gadis itu ditabrak saat menyeberang jalan oleh sebuah mobil Toyota Kijang warna hitam, yang melaju dengan kecepatan tinggi.

"Gadis itu menyeberang tanpa menoleh kiri kanan! Dia seperti melamun!" komentar seorang warga sambil menggelengkan kepala.

"Sayang sekali, kami tak sempat mencatat plat nomor polisi mobil itu!" tambah warga yang lain setengah menggerutu.

Dari warga itu pula Rusdi tahu bahwa korban tidak bisa diketahui identitasnya, karena tak membawa KTP atau kartu pengenal lainnya. Warga di sekitar lokasi kejadian pun tak ada yang mengenali wajah gadis korban tabrak lari itu. Mungkin, dia bukan berasal dari daerah yang dekat dengan lokasi kejadian.

Kondisi mayat gadis itu sungguh mengenaskan. Selain tubuhnya penuh dengan luka gores dan memar, beberapa bagian sendi-sendi tulangnya pun tampak menyembul dan bengkak-bengkak. Dan yang paling mengenaskan lagi, darah tak henti-hentinya menetes dari bagian belakang kepalanya yang retak.

Sungguh menyedihkan sekali keadaan gadis ini. Rusdi sempat melihat wajahnya yang cukup cantik dengan hiasan tahi lalat di atas bibirnya.

"Sayang sekali, kalau saja tahu nama dan alamatnya pasti kuantarkan mayat gadis ini pada keluarganya," batin Rusdi seraya menghidupkan mesin mobil angkotnya.

Meski demikian, karena ambulance yang ditunggu tak kunjung datang, sementara tak ada seorang pun pemilik kendaraan roda empat yang mau mengevakuasi mayat gadis itu, maka Rusdi akhirnya mengambil inisiatif dengan dorongan rasa kemanusiaannya. Ia bersedia mengantar mayat gadis itu ke rumah sakit, meski pasti takkan ada seorang pun yang mau membayarnya. Tak lama kemudian, mobil angkotnya meluncur menuju rumah sakit terdekat.

Namun yang sangat aneh, sejak mobil angkotnya dipakai mengangkut mayat gadis korban tabrak lari itulah Rusdi sering mendapat borongan penumpang ke luar kota. Bahkan di saat sopir lain kesulitan mencari penumpang, mobil angkot yang dikemudikan Rusdi malah selalu ramai dipenuhi penumpang.

Entahlah, mobil angkotnya itu seperti tiba-tiba punya daya tarik gaib yang mampu menyedot perhatian dan minat penumpang.

"Sopir-sopir lain setornya pada nunggak. Tapi sudah seminggu ini setoranmu selalu full ! Rupanya kamu berbakat juga jadi sopir, Rus!" komentar Pak Barkah sambil tersenyum, ketika suatu sore Rusdi menyetor uang pada majikannya yang punya lima angkot itu.

"Alhamdulillah, minggu ini rejeki saya lagi bagus, Pak!" Rusdi pun tersenyum bahagia.

"Biasanya, kalau mobil angkutan dipakai mengangkut mayat korban kecelakaan, maka mobil angkutan itu bakal sial dan sepi penumpang. Begitu menurut kepercayaan yang beredar di kalangan sopir. Tapi ini malah sebaliknya, jangan-jangan arwah gadis korban tabrak lari itu mencintaimu, Rus?" tambah Pak Barkah dengan nada berkelekar.

"Ah, Pak Barkah ini ada-ada saja! Di zaman modern ini mana ada arwah yang jatuh cinta pada manusia?" tukas Rusdi.

Tapi, diam-diam hati Rusdi sebenarnya sempat bergetar juga mendengar canda Pak Barkah barusan. Tanpa seorang tahu, sejak mengantarkan mayat gadis itu, Rusdi sebenarnya merasa sering dibayangi oleh sosok gadis itu yang selalu tersenyum padanya.

Karena hari sudah lewat Maghrib, Rusdi lalu beranjak dari duduknya dan pamit pulang kepada Pak Barkah. Namun, sepulang dari rumah majikannya itu Rusdi tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan jalan-jalan dulu ke pasar malam. Ia sengaja menyempatkan diri nonton show dangdut di panggung hiburan. Sekitar jam sebelas malam Rusdi baru memutuskan untuk pulang ke rumah kontrakannya.

Ketika tiba di rumah kontrakannya, Rusdi merasa heran melihat lampu-lampu listrik di rumah itu tampak sudah terang benderang. Padahal, ketika pagi buta tadi ia pergi untuk memulai aktivitasnya sebagai sopir angkot, ia sudah memastikan semua lampu di dalam rumah mungil itu telah dimatikannya. Lalu, siapa yang telah menyalakan lampu-lampu itu? Apa mungkin ada yang masuk ke dalam rumah? Ya, misalnya si pemilik rumah yang berbaik hati karena melihat Rusdi belum pulang? Bujangan ini merasa heran. Sambil geleng-geleng kepala ia merogoh kunci pintu rumah dari saku celananya.

Begitu melihat keadaan di dalam rumah, lagi-lagi Rusdi merasa heran. Bagaimana tidak heran kalau ia melihat kamar tidurnya sudah dalam keadaan rapi dan bersih. Padahal sewaktu ditinggalkan kamarnya itu dalam keadaan berantakan. Maklum, ia tak pernah sempat merapikan tempat tidur. Biasanya, selepas mandi dan sholat Subuh, ia langsung minggat untuk mencari nafkah.

Yang lebih mengherankan lagi, kain seprai dan sarung bantal tempat tidurnya tampak sudah bersih dan rapi seperti baru saja diseterika. Aroma melati tercium dari arah kamar tidur itu.

Sesaat Rusdi hanya bisa bercenung heran menyaksikan keanehan yang tampak di depan matanya itu. Lebih-lebih di rumah kontrakannya itu ia tinggal sendirian. Lantas, siapa yang telah merapikan tempat tidurnya? Mungkinkah ibu pemilik rumah kontrakannya yang sekali ini ingin berbaik hati padanya? Sekali lagi Rusdi geleng-geleng kepala dan tak menemukan jawab atas pertanyaannya.

Namun yang jelas, tak terlihat tanda-tanda adanya orang masuk ke rumah. Bukankah setiap kali hendak keluar rumah Rusdi selalu mengunci pintu dan jendela kamarnya? Maklum, rumah kecil yang baru satu bulan dikontraknya itu letaknya agak terpencil dari rumah penduduk lainya.

Diam-diam, Rusdi memiliki prasangka lain: "Jangan-jangan semua ini ulah bangsa siluman atau makhluk halus?" Bersamaan dengan munculnya pikiran ini bulu kuduk Rusdi tiba-tiba berdiri meremang.

Anehnya, bersamaan dengan itu pula lamat-lamat Rusdi mendengar suara kecipak dan guyuran air dari arah kamar mandi. Dengan heran dan penasaran Rusdi lalu memberanikan diri melangkah menuju kamar mandi. Letak kamar mandi itu memang menyatu dengan dapur dan hanya dibatasi dinding penyekat yang terbuat dari bilik bambu.

Semakin dekat ke kamar mandi semakin jelas suara kecipat dan guyuran airnya. Seperti suara orang yang tengah mandi? Pikir Rusdi sambil melangkah mengendap mendekati bilik kamar mandi itu.

Ia lalu mencari celah lubang bilik bambu itu. Dan betapa terkejutnya Rusdi manakala dari celah-celah bilik bambu itu, ia bisa melihat seorang gadis tengah asyik mandi. Gadis itu mandi dengan posisi berdiri agak menyamping. Sebentar mata Rusdi menjilati lekuk-lekuk tubuh telanjang si gadis. Tapi sebentar kemudian degup dadanya tiba-tiba mengencang, bulu kuduknya meremang dan lututnya bergetar manakala melihat wajah gadis yang tengah mandi itu.

Sunguh sulit di percaya! Wajah gadis dengan hiasan tahi lalat di atas bibirnya itu mengingatkan Rusdi pada wajah gadis korban tabrak lari yang beberapa hari lalu mayatnya ia bahwa ke rumah sakit.

"Ja...jad...jadi...dia...dia...han...hantuuu...!?" tak sadar Rusdi berteriak saking takut dan terkejutnya.

Tanpa pikir lagi Rusdi lalu melompat berlari ke luar dari rumah. Tapi aneh, langkah kakinya seperti digerakkan oleh suatu kekuatan yang menyeretnya malah masuk ke kamar. Dan di dalam kamar Rusdi hanya bisa ternganga, matanya membelalak ketakutan melihat gadis itu tahu-tahu sudah duduk di sisi tempat tidurnya.

"Kamu tak perlu takut melihatku. Aku datang dengan maksud baik!" ucap gadis itu pelan dengan nada memohon. "Aku sendiri yang telah menyalakan lampu-lampu di rumah ini dan merapikan kamar tidurmu," tambahnya dengan suara lembut.

"Tap...tap...tapi bukankah kamu sudah meninggal?" tanya Rusdi dengan suara gemetar karena ketakutan.

"Yang meninggal itu hanya jasadku. Tetapi arwahku tidak!" tukas gadis itu seperti ingin meyakinkan. Lalu, dia bercerita dengan suara yang terdengar sangat perih:

"Bagiku, lebih baik mati jadi korban tabrak lari, daripada harus hidup menyusui tiga sosok tuyul peliharaan orang tuaku! Kamu tahu? Sudah dua tahun lebih orang tuaku mendapatkan harta dengan cara tidak halal, menyuruh tuyul-tuyul itu mencuri uang dari rumah tetangga. Gilanya, ibuku malah bersedia menjadi ibu asuh tiga sosok tuyul itu. Setiap malam Selasa dan Jum'at dia bersedia menyusui makhluk itu. Sampai suatu hari, ibuku ditemui pingsan karena kekurangan darah di tubuhnya. Sejak itulah aku tahu bahwa orang tuaku memelihara tuyul di rumah. Dan sejak itu pula ayahku memaksa agar aku mau menyusui ketiga tuyul itu. Katanya, aku harus rela melakukan ini sampai utang-utang orang tuaku lunas! Namun aku lebih memilih minggat dari rumah, daripada menuruti perintah gila ayahku itu!"

Rusdi hanya terdiam mendengar ceritanya yang aneh dan menyakitkan itu. Pikirannya benar-benar kacau: Aneh, heran, bingung dan takut. Semuanya seakan menyatu di dalam dada laki-laki yang masih hidup membujang ini.

"Sebenarnya, dalam peristiwa tabrak lari itu adalah aku yang salah. Waktu itu, aku memang sengaja membiarkan tubuhku ditabrak mobil! Tapi sudahlah, semuanya sudah terjadi. Yang penting di malam ke tujuh ini aku ingin berterimah kasih padamu," ucap gadis itu sambil merubah posisi duduknya jadi setengah merebah. Kaki kanannya tampak terangkat menginjak tempat tidur, sementara kaki kirinya dibiarkan tetap dilantai.

Karena posisi si gadis yang demikian, cahaya lampu listrik di kamar itu seperti langsung menerobos belahan atas sepasang kakinya. Lekuk-lekuk indah tubuh gadis itu pun tampak jelas karena terbungkus gaun putih yang transparan.

"Kurasa, selama ini ungkapan terimah kasihku belum cukup. Jujur saja, sejak kamu bermurah hati mau mengantarkan jasadku ke rumah sakit, arwahku sudah tertarik padamu! Malam ini aku ingin mewujudkan rasa cinta dan terima kasihku. Kuharap kamu mengerti maksudku. Biar arwahku tenang mengembara di alam nun jauh di sana," desah si gadis itu dengan senyum dan tatap mata menggoda.

Aneh, senyum dan tatapan mata gadis itu seperti mengundang suatu kekuatan yang bukan hanya mampu menumpulkan kesadaran Rusdi, tetapi juga telah membangkitkan gairah birahi laki-laki yang masih bujangan ini. Untuk beberapa waktu lamanya ia tetap coba berdiri di sudut ruangan. Namun, sorot matanya mulai berubah nanar melihat keindahan yang terpampang di hadapannya.

"Ayolah, tak baik terus menerus berdiri di situ!" desah si gadis lagi sambil melambaikan tangan mengajak Rusdi duduk di sampingnya.

Degup di dada Rusdi kian mengencang, gejolak birahinya makin meronta manakala sudah duduk disamping gadis itu. Apalagi dalam waktu sekejap bibir dan tangan si gadis langsung menggerayangi setiap jengkal tubuhnya.

Beberapa detik kemudian, dua tubuh telanjang berlainan jenis dan alam itu telah menyatu dalam lagu dan gerak cinta yang menghanyutkan. Lama mereka saling memacu hasratnya. Hingga akhirnya keduanya sama-sama tergolek lemas bersimbah keringat.

Esoknya ketika pagi menjelang, saat terbangun Rusdi tak melihat lagi gadis itu terbaring indah di sampingnya. Dia telah pergi. Kemana gadis itu pergi? Pikir Rusdi sambil melihat-lihat keadaan seputar kamarnya.

Sesaat Rusdi merasakan dirinya baru terjaga dari sebuah mimpi indah namun terasa asing baginya. Kemudian ingatannya melayang pada kejadian aneh yang dialaminya semalam.

Buru-buru Rusdi memungut pakaiannya yang berserakan di lantai dan tempat tidur. Ketika itulah secara tak sengaja Rusdi melihat ada bercak-bercak darah di kain seprei tempat tidurnya.

Darah perawan gadis itukah? Ya Tuhan, kenapa semua ini bisa terjadi dan menimpaku? Batin Rusdi tak habis pikir. Ia semakin tak mengerti dengan kejadian yang telah dialaminya. Haruskah ia bahagia, atau malah mengutuki ketololan dirinya?

Hari itu Rusdi libur mengemudikan mobil angkotnya. Laki-laki ini memutuskan untuk pulang dulu ke kampung halamannya di Garut. Tiba di Garut Rusdi lalu menemui seorang Ajengan dan menceritakan kejadian aneh yang dialaminya itu, sekaligus minta perlindungan dari gangguan dan godaan bangsa makhluk halus.

Bagaimana pun Rusdi merasa risih jika harus berhubungan intim lagi dengan gadis yang bukan mukhrimnya itu. Apalagi gadis bertahi lalat itu juga tidak hidup sealam dengannya. Gadis itu adalah sosok arwah penasaran akibat proses kematiannya yang tak wajar.

Memang aneh dan terasa musykil sisi kehidupan yang dialami Rusdi. Tapi agaknya begitulah bagian lain dari perpaduan kehidupan nyata dan gaib. Penuh teka-teki dan rahasia yang tak mudah diterjemahkan dengan nalar.

"Alhamdulillah, setelah minta petunjuk dan amalan dari Ajengan, saya tak lagi mengalami kejadian menyeramkan sekaligus menjijikan seperti yang saya alami malam itu," kisah Rusdi kepada Misteri.

Ia mengaku telah melacak kebaradaan gadis itu ke rumah sakit. Sayang, pihak rumah sakit tak bisa memberikan banyak keterangan tentang jatidiri gadis itu, dan siapa yang telah menebus mayatnya.

"Setiap usai sholat, saya selalu mengirimi dia doa. Ya, semoga saja arwahnya bisa mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah," cetus Rusdi, tulus

BUDAK LELEMBUT LAUT SELATAN

Penulis : AGUS SISWANTO





Kedua orang tua Wardiman mati secara bersamaan dengan sebab yang tak jelas. Nyatanya, mereka pulang ke Laut Selatan untuk melunasi perjanjian. Bagaimana kisah mistis selanjutnya….



Rasa rindunya yang sudah tak terbendung lagi untuk dapat bertemu dengan kedua orang tuanya, meskipun cuma sebatas mimpi, telah menghantarkan Wardi di batas keheningan. Desah nafas melankolik yang paling lemah sekalipun terdengar sangat nyaring. Semua hampa! Kosong! Dan kekosongan itu terasa semakin lama semakin menyempit. Hatinya yang gelisah tak menentu, dapat diumpamakan sebuah panggung teater yang kosong tanpa pemain.

Keterkejutan yang luar biasa melanda Wardi. Entah bagaimana ceritanya, di hadapannya telah berdiri seorang laki-laki tua. Dalam pada itu Wardi ingin menjerit sekuat-kuatnya. Namun apa daya, mulutnya memang terbuka, akan tetapi suaranya seperti tersekat di tenggorokan. Dan suara itu hanya bergaung di dalam dadanya sendiri.

Tidak tahu persis apa yang menyebabkan semua itu terjadi, tiba-tiba saja suhu badan Wardi meninggi. Tetapi apa daya, badannya lunglai dan suhu tubuhnya mendingin. Dua menit, tiga menit, hingga lima menit, Wardi tidak bergerak dan detak nadinya sama sekali tidak terasa. Apakah dia telah mati?

"Siapapun adanya dirimu, kumohon jangan ganggu aku. Pergi...!!" Wardi menjadi semakin panik ketika kakek misterius itu menatapnya dengan pandangan aneh. Tapi hardikannya itu hanya menggema di dalam dadanya.

"Cukup!" Kakek misterius itu menggeram dan suaranya laksana guruh tanda sangkala kiamat telah datang. "Aku bukan yang membunuh kedua orang tuamu, tapi kedua orang tuamu sendirilah yang telah membunuh hidupnya sendiri. Sekarang ikutlah bersamaku. Kita lihat apa yang terjadi dengan kedua orang tuamu!"

Wardi tak tahu apa yang dimaksudkan kakek itu. Dan bukankah dia tak pernah menuduh siapapun atas kematian kedua orang tuanya? Wardi semakin menggigil. Laki-laki tua yang berpakaian serba putih itu mengulurkan tangannya dan siap membimbing Wardi untuk jalan berbarengan bersamanya. Wardi hanya bisa bersikap pasrah. Dia tak kuasa menolak ajakan lelaki misterius itu.

Melihat sikap yang ditunjukkan Wardi, laki-laki yang berjenggot panjang itu tertawa sangat keras. Tawa itu membuat Wardi semakin menggigil ketakutan. Dia merasa tawa itu seolah-olah tawa kemenangan iblis yang telah berhasil menjurumuskan Adam dan Hawa untuk memakan Buah Terlarang, sehingga mereka terusir dari taman sorga.

Sambil terus berjalan entah kemana dirinya dibawa pergi, Wardi perlahan-lahan mulai peka dengan lingkungannya yang baru. Dia mulai merasakan sesuatu yang ganjil. Hatinya berdebar-debar tanpa sebab yang jelas.

Sesuai pesan laki-laki yang menuntunnya, Wardi terus berpegangan tangan, namun tak berani bertanya walau sepatah katapun. Sesekali dia melihat kakek itu menempelkan jari telunjuknya persis di bibirnya, memberi isyarat supaya dirinya tidaklah bicara sepatah katapun, meski Wardi merasa sangat heran dengan perjalanan yang dilaluinya. Ya, dia merasa tubuhnya begitu ringan, seringan kapas. Tak hanya itu, dia juga menyaksikan tempat di sekelilingnya yang sangat asing. Seumur hidup Wardi tak pernah melihat tempat seperti itu.

Manakala langkah-langkah mereka telah sampai di sebuah perkampungan baru yang suasananya sangat sunyi, Wardi memejamkan matanya. Ya. perasaannya mengatakan ada yang ganjil. Tak lama kemudian dia membuka matanya dan matanya menjadi liar memandang sekelilingnya. Dia kemudian dihadapkan pada kenyataan yang selama ini belum pernah dilihatnya. Entah bagaimana ini bisa terjadi, dia melihat makhluk yang berwarna hijau campur warna biru, tingginya setinggi tumpukan buah kiwi, kepalanya bundar, mempunyai buntut mungil dan tiga jari kaki dan jari tangan. Apakah jenis makhluk itu? Wardi terheran-heran.

Untuk yang kesekian kalinya, Wardi hampir-hampir tak mempercayai akan penglihatannya sendiri. Setelah melihat makhluk aneh berwarna campuran hijau dan biru itu, kini dia dihadapkan pada kenyataan yang lebih seru. Dia melihat rombongan katak yang berjejer, berbaris rapi. Pasukan katak itu seperti tengah memberikan penghormatan kepada laki-laki tua misterius yang mengajak Wardi. Sementara itu, Wardi hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat, dengan sekujur tubuh menggigil hebat.

Pikiran Wardi semakin berkecamuk tak karuan. Dia merasakan saat ini dirinya tidak lagi berada di bumi yang hanya akan bertemu dengan manusia, tapi seperti di dalam Station of Babylon 5 dalam serial Star Trek yang penuh dengan makhluk-makhluk angkasa luar.

Suasana ganjil benar-benar menyelimutinya. Wardi tak tahu harus bagaimana lagi. Hampir-hampir saja dia tak percaya pada penglihatannya sendiri. Dalam hati dia terus bertanya-tanya, bagaimana ini bisa terjadi? Apalagi ketika dia melihat seekor katak tengah mengayuh kendaraan mirip sepeda kumbang.

Benar-benar edan!

Keganjilan-keganjilan yang ditemuinya menggelitik pikiran dan nuraninya. Biarpun begitu, mulutnya tetap bungkam. Keinginan dan harapannya untuk dapat bertemu dengan kedua orang tuanya mendorongnya untuk bersikap tut wuri handayani. Ya, dia menurut saja!

Benar adanya. Harapannya untuk dapat bertemu dengan kedua orang tuanya akhirnya menjadi kenyataan juga. Dalam pada itu pikirannya menyusuri masa kecil, di saat dirinya bermain pluturan daun jambe bersama kedua orang tuanya.Wardi tersenyum kecut. Tiba-tiba saja lahirlah kembali kekosongan. Mendadak ada sesuatu yang tampak dari sorot mata kedua orangtuanya itu seperti kosong, karena seolah-olah harapan telah hilang. Kekosongan, itu menyiratkan kesedihan dan penderitaan yang sangat panjang.

"Benarkah itu Bapak dan Ibuku...?" Wardi menggumam.

Dia lalu termangu-mangu. Persoalan kodrat telah menggelitik nuraninya. Gejolak jiwa yang berpendar merata yang akan menuju ketidakterbatasan, menjadi kondisi yang teramat menyedihkan. Wardi mempunyai pemikiran bahwa kedua orang tuanya tidak mampu menemukan suatu tempat peristirahatan dalam kondisi kosong. Wardi merasakan keheningan yang teramat liar! Kekosongan itu telah berubah maknanya. Segala sesuatnya berkahir dengan tragis. Teramat menyedihkan!

Kekosongan itu telah berubah makna, bukan lagi sebuah kematian, akan tetapi sebuah penantian kedua orang tuanya. Dan kematian kedua orang tuanya ternyata bukanlah akhir kehidupan. Dugaannya bahwa arwah kedua orang tuanya menemukan kedamaian abadi di sisi Tuhan, meleset jauh. Dan gambaran yang tergelar di hadapannya saat ini adalah realitas.

Semasa hidupnya dulu, orang tua Wardi adalah orang terkaya di Kecamatan Trowulan. Juragan sapi yang sukses, sawahnya ada dimana-mana. Tapi kini, semua telah berubah jauh. Di ruang dan waktu yang telah menjadi momen miliknya, kedua orang tuanya menjadi budak! Budak alam lelembut! Dulu semasa hidupnya orang tuanya yang berkuasa atas setan-setan itu. Kini sebaliknya, penghuni alam lelembut itu yang berkuasa atas orang tuanya.

Mereka tengah memetik buah. Kedua orang tuanya menjadi budak, tukang angon sapi di alam lelembut sampai kiamat datang.

"Segala perbuatan itu harus ada bayarannya," laki-laki tua yang menuntun Wardi tertawa keras sekali.

"Bapak...Ibuuu...!" jerit panjang Wardi ketika melihat kedua orang tuanya menerima cambukan yang bertubi-tubi. Benar-benar tak ada rasa perikeiblisan.

Bersama jerit panjang itu, semuanya menjadi gelap. Pegangan tangan si kakek terlepas. Bersamaan dengan itu juga laki-laki misterius yang berpakaian serba putih yang telah membawanya bertemu dengan kedua orang tuannya yang sekarang telah menjadi budak di Laut Kidul, tiba-tiba lenyap tanpa bekas.

***



Keluarga Wardi benar-benar pasrah, demikian para tetangga yang telah berkumpul di rumahnya, juga yakin kalau Wardi telah meninggal. Orang-orang sudah mulai membaca surat Yasin sebagian lagi mempersiapkan perlengkapan (ubo rampen) upacara pemakaman. Sepuluh menit kemudian, orang-orang yang ada di rumah itu dikejutkan suara erangan dari mulut Wardi. Lelaki anak tunggal Pak Karso dan Bu Karso itu tidak jadi meninggal. Dia kemudian menangis sesunggukan sambil berpelukan pada Lek Sugiman, adik dari ayahnya.

"Bapak…Ibu, Lek! Mereka…mereka!" Geragap Wardi. Dia merasa sulit menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Dan dia merasa hal itu memang tak pantas diceritakan di tengah suasana tetangga yang sedang ramai. Dia tak sanggup membongkar aib itu.

Kuasa Tuhan memang teramat besar. Yang dianggap tidak masuk akal oleh manusia, bisa terjadi demikian mudahnya. Persiapan-persiapan upacara pemakaman kembali dibatalkan. Wardi benar-benar hidup kembali.

Mata Wardi yang sebelumnya terpejam, kini terbuka lebar. Tapi pandangannya serasa hampa. Bayangan kedua orag tuanya yang kini telah menjadi budak di Laut Kidul terus bermain-main di pelupuk matanya. Dia kembali tenggelam dalam pikirannya yang kalut. Barangkali kedua orang tuanya harus di Laut Kidul untuk membayar perjanjian yang telah disepakati antara kedua orang tuanya dengan penguasa Laut Kidul.